foto: nasa

Baru-baru ini, NASA mengunggah rekaman suara lingkungan planet Jupiter, tepatnya di area kutub utara dan selatan.

Dalam proses perekaman, NASA menggunakan teknologi radio plasma wave dari spacecraft Juno. Ia mampu merekam dengan memanfaatkan suara aktivitas partikel energi di aurora kutub tersebut. Namun, NASA harus mengonversi suara itu karena spektrumnya terlalu tinggi.

etelah dikonversi, suara itu kini berdurasi 1 menit, yang tadinya berdurasi 13 jam.

Suara rekaman itu justru malah terdengar begitu mengerikan. Sampai-sampai, para ilmuwan NASA menamai suara ini dengan julukan ‘suara Alien’.

“Suara tersebut seolah-olah suara ‘makhluk’ Jupiter yang mencoba berkomunikasi dengan kita. Padahal, suara ini merupakan emisi paling kuat yang diciptakan dari kutub Jupiter. Kini, kita akan mencoba menelusuri asal muasal partikel elektron tersebut,” ujar Bill Kurth, co-investigator Waves Instrument untuk planet Jupiter dari University of Iowa sebagaimana dikutip dari Mirror, Rabu (7/9/2016).

Para ilmuwan NASA mengatakan, suara tersebut juga terjadi akibat fenomena alam yang kerap terjadi di permukaan sang Planet Raksasa, seperti adanya badai besar.

“Ada sebuah gesekan konstan yang terjadi antara angin matahari dan magnetosfer yang terjadi di Jupiter,” kata William Dunn, salah satu astronom yang mengamati cahaya tersebut.

“Kami tak yakin cahaya tersebut berasal dari badai yang terjadi pada kedua kutub. Akan tetapi, kami ingin memahami interaksi tersebut dan efek apa yang akan berdampak pada planet itu,” tutur pria yang juga tengah mengemban studi di laboratorium UCL Mullard Space Science ini.

“Dengan mempelajari bagaimana cahaya tersebut muncul, kami tentu bisa mengeksplorasi lebih banyak daerah yang dikontrol oleh medan magnetik Jupiter dan tentunya dipengaruhi oleh cahaya Matahari,” pungkas William.

TINGGALKAN PESAN