ANKARA – Negara Islam atau ISIS mengaku bertanggug jawab atas ledakan bom mobil di kota sebelah tenggara Turki, Diyarbakir, yang menewaskan sedikitnya 9 orang dan melukai lebih dari 100 orang. Klaim ini muncul setelah Ankara mengkaitkan serangan tersebut dengan kelompok militan Kurdi, PKK.

Pernyataan tersebut dimuat media milik ISIS, Amaq, yang menyatakan kelomopk ekstrimis itu bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan gedung polisi anti huru hara seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (5/11/2016).

Ledakan itu terjadi di dekat penjara negara Diyarbakir, di mana beberapa pemimpin oposisi pro Kurdi ditangkap tadi malam oleh polisi Turki, diyakini akan ditahan.

Sebagai buntut dari ledakan itu, gubernur Diyarbakir mengeluarkan pernyataan, menuding sayap militer Partai Pekerja Kurdistan (PKK) berada di balik serangan itu.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim juga mengkaitkan serangan ke PKK dengan mengatakan bahwa salah satu dari korban tewas adalah seorang tersangka anggota kelompok terlarang. Ankara menuduh HDP memiliki hubungan dengan PKK.

TINGGALKAN PESAN