foto: space

NASA kembali menggelar penelitian lanjutan untuk sebuahexoplanet yang berada dalam jarak 40 juta tahun cahaya dari Bumi. Planet asing yang dinamai “55 Cancri-e” ini awalnya ditemukan oleh teleskop Hubble.

55 Cancri-e dinilai sebagai salah satu planet paling ‘berbahaya’ di Tata Surya karena memiliki lingkungan dengan suhu panas yang ekstrem dan sangat beracun. Meski klaim tersebut masih diragukan kebenarannya, setidaknya NASA telah mengumpulkan sejumlah bukti ilmiah terkait ekosistem planet ini.

Dilansir laman The Weather Network, Selasa (15/11/2016), 55 Cancri-e adalah planet yang tergolong dalam istilah “Super-Earth”. Artinya, planet tersebut berada di luar galaksi BimaSakti dengan ukuran yang lebih besar dari Bumi dan lebih kecil dari Neptunus.

Planet ini juga memiliki material yang kaya karbon, sehingga beberapa permukaannya dilapisi oleh karbon yang mengkristal.

Sebagai langkah awal penelitian lanjutan, tim astronom internasional yang dipimpin Universityof Cambridge tersebut segera mempelajari data 55 Cancri-e yang diambil dari teleskop luar angkasa Spitzer milik NASA.

GiovannaTinetti, seorang profesor astrofisika yang juga bekerja untuk NASA mengatakan, 55 Cancri-e mengorbit pada sebuah bintang yang memiliki karakteristik seperti Matahari. Hanya saja planet ini memakan waktu setidaknya 18 jam untukmemutari bintang tersebut.

Selain itu, planet ini memiliki daerah pasang di mana bagian permukaannya selalu menghadap ke bintang. Daerah ini tertutup oleh lava cair dengan temperatur 2.400 derajat Celsius. Planet tersebut juga memiliki beberapa permukaan lain dengan bentuk padat yang memiliki temperatur 11.100 derajat Celsius.

Selain memiliki tekstur permukaan bebatuan yang cukup tajam, atmosfer 55 Cancri-e juga sangat ‘mematikan’ di mana didominasi senyawa hidrogen sianida. Senyawa tersebut adalah gas yang sangat berbahaya bagi manusia.

“Temuan ini merupakan hasil yang menakjubkan karena kita baru pertama kali menemukan Planet Super-Earth dengan kondisi atmosfer yang mengesankan. Terlepas dari semua elemen Planet yang berbahaya, kami tetap terkesima dengan kondisi 55Cancri-e. Planet ini adalah planet eksotik nan misterius yang seolah tak akan habis untuk dikupas, baik dari segi ekosistem atau cara ia bekerja pada alam,” kata Tinetti. liputan6

TINGGALKAN PESAN